3 Nasihat Malaikat Jibril Kepada Nabi Muhammad
Berawal dari postingan kak Greschinov tentang bagaimana cara agar tidak lebih mencintai manusia daripada Tuhan, disitu kak Greschinov menjawabnya dengan sebuah hadits yang berisi nasihat malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad. Akhirnya Dika kepo dengan apa saja isi nasihat malaikat Jibril. Kuy, selamat membaca!
Bagaimana agar tidak lebih mencintai manusia daripada Tuhan?
Malaikat Jibril pernah memberi nasihat, salah satunya adalah;
Cintailah siapa yang kamu suka (tapi ingatlah) sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya.
Mencintai dan menyayangi adalah fitrah manusia. Tentu hal yang wajar apabila manusia mencintai manusia lain, terutama yang dekat dengannya; seperti orang tua, saudara, pasangan, anak, maupun sahabat.
Namun, suatu saat nanti, semua orang akan mengalami perpisahan. Cepat atau lambat. Entah terpisah oleh kesibukan, jarak, maupun (yang pasti) maut. Hanya satu yang tidak pernah meninggalkan kita, yaitu Allah.
Dengan mengingat dan menanamkan dalam hati bahwa hanyalah Allah yang akan selalu bersama kita, akan membuat kita lebih mencintai Allah daripada siapapun.
Nasihat kedua;
Hiduplah sesukamu (tapi ingatlah) sesungguhnya engkau akan mati.
Kita bisa menjadi apapun dan punya cita-cita setinggi-tingginya. Mau jadi Youtuber, penyanyi, da'i, menteri, apapun bebas. Ataukah mau wirausaha, kuliah sampai jadi profesor, ataupun menikmati hidup seadanya; terserah pilihan masing-masing.
Satu hal yang perlu kita ingat bahwasanya bagaimanapun kehidupan kita di dunia, se-menyenangkan apapun kisahnya; pada akhirnya kita akan mati. Meninggalkan semua hal yang kita suka di dunia. Tidak akan ada yang dibawa mati; semua pasti akan kembali pada Allah, yang memiliki hidup.
Nasihat ketiga;
Berbuatlah sesukamu (tapi ingatlah) sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.
Perbuatan baik maupun buruk, kecil ataupun besar; semua akan mendapatkan balasannya. Seseorang bisa berbuat apapun semaunya, baik secara terang-terangan maupun tanpa diketahui orang lain. Namun, baik-buruk suatu perbuatan yang telah dilakukan, diri sendiri pula yang akan merasakan balasannya. Baik itu di dunia, maupun di akhirat. Entah cepat, atau lambat.
Hadits lengkapnya, sebagai berikut:

Komentar
Posting Komentar