Bicara Tentang Mengapa Menulis
Apa jawaban kalian jika seseorang bertanya tentang mengapa melakukan suatu hal? Kira-kira jawaban yang singkat, atau jawaban panjang yang akan kamu berikan? Semua tergantung seberapa dalam kita memahami alasan dalam melakukan hal tersebut.
Contohnya saja, kasus saya. Saat ditanya apa alasan saya menulis, seketika pikiran saya buntu. Bingung mau menjawab seperti apa agar tulisan ini kiranya cukup memenuhi syarat minimal 300 kata. Saya bingung dengan tinta mana kata-kata itu harus disusun. Sedangkan pena yang sering saya genggam ini sering hilang-muncul, seperti Burung Perenjak yang berkicau ketika hendak ada tamu saja.
Selama ini saya menulis karena saya suka menulis. Memikirkan bagaimana caranya saya menceritakan kepadamu tentang rasa suka ini, membuat kepala saya pening. Saya bisa saja menceritakan tentang manfaat menulis yang bisa membuat otak saya lebih encer. Atau perasaan lega yang datang setelah menumpahkan tinta pada selembar tulisan. Namun, bukan karena itu juga yang membuat saya menyukai menulis.
Sama seperti ketika seseorang menyukai senja. Saya bisa saja menceritakan alasan saya menyukai senja karena warnanya, karena suasananya, atau mungkin karena Burung Kutilang yang selalu riang gembira menyapa saya. Namun, saya menyukai senja dengan segenap pernak-pernik yang melekat padanya. Bahkan, ketika senja dengan cepat meninggalkan saya, tidak dengan serta merta saya jadi membencinya.
Begitupun dengan menulis. Sekalipun apa yang saya tulis nanti hilang, atau tak seorangpun yang akan membacanya; saya akan tetap suka menulis.
Saya menyukai barisan huruf dan kata yang tersusun rapi menciptakan sebuah kolase cerita. Hanya saja, saya ini punya penyakit. Malas. Tidak konsisten. Sering muncul ide tapi tak pernah tertuang dengan sempurna. Maka dari itu, saat melihat postingan tentang pendaftaran anggota komunitas One Day One Post batch 9th; saya sangat tertarik.
Agaknya penyakit saya ini memang perlu untuk segera disembuhkan. Begitupun kata Tuhan lewat takdirnya yang mengijinkan saya berhasil terdaftar mengikuti kegiatan tantangan 40 hari menulis bersama Komunitas ODOP9.
Harapan saya, tentu dapat melewati tantangan 40 hari ke depan dengan selamat dan damai. Namun, siapa yang bisa menebak masa depan. Meskipun begitu, ijinkan saya menyampaikan sebuah keinginan yang muncul dari dalam diri saya.
Ada satu hal yang ingin saya capai di masa depan. Bersama dengan orang-orang hebat di komunitas itu, saya ingin menulis buku saya sendiri. Satu buku yang ingin saya dedikasikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta.
Selayaknya senja yang ingin dinikmati lebih indah, tentu saya perlu mengusahakan beberapa hal untuk mencapainya. Seperti itu juga tentang menulis. Sekalipun saya menyukainya, saya ingin tetap dan terus menyukainya, bahkan semakin menyukainya dari hari ke hari. Dan hal itu perlu usaha. Salah satunya adalah dengan belajar. Bersama Komunitas ODOP dan keluarga besarnya, saya berharap dapat memiliki kesempatan untuk belajar dan menumbuhkan kecintaan saya terhadap dunia menulis lebih banyak.
Sebagai penutup, saya menemukan satu quote.
Sometimes you don't need a reason for doing everything in your life. Do it because you want to; because it's fun; because it makes you happy.
-anonim

Masyaallah Kak. Baca kaya gini jadi seakan-akan lagi ketemu tatap muka huhu. Sehat-sehat Kak, semoga tercapai apa yg jadi keinginan Kakak di komunitas ODOP.
BalasHapusTetap semangat Kak
BalasHapusMenulislah, selagi menulis tdk menganggu ibadahmu pd Tuhanmu. Yay, semangat.
BalasHapus