Kisah Semusim

Awal musim lalu, seindah musim semi
musim kembang bertaburan
Dalam perjumpaan oleh sang detik
menulis kisah tak terpikir
Adalah kau dan aku

Pertengahan musim lalu, semerdu kicau burung
kicau syair alam
Dalam dunia jiwa, kita bicara
merangkai kata, memberi makna
Meski pandang mata tak pernah jumpa

Akhir musim lalu, sebening mata air
yang mengalir lembut bergelombang
Dalam dua kutub berlawanan kita berdiri
Saling mempererat meski terikat
Bagaikan ujung turut pangkalnya

Awal musim ini, sesunyi palung samudra
terkunci kotak rahasia
Angan melayang hilang bayangan
mengingat ujung turut pangkalnya
Dalam renung senyum terbawa
meneguhkanku,
meneguhkanmu.

Blitar, 4 Oktober 2011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Computer Vision Syndrome: Sindrom yang Semakin Marak di Era Digital

Sepuluh Kata Paling Banyak Muncul dalam Al-Qur'an

Cerbung: Candrasengkala (Bag. 7-Tamat)