Mengenal Computer Vision Syndrome: Sindrom yang Semakin Marak di Era Digital
Halo, Sobat Sehat!
Pernahkah Sobat Sehat merasa nyeri mata setelah bermain gadget atau komputer dalam waktu yang lama? Atau merasa pusing, leher sakit, maupun mata kering dan buram?
Kalau kalian pernah merasakan satu, dua, atau beberapa gejala tersebut; kemungkinan besar kalian pernah mengalami Computer Vision Syndrome (CVS).
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, CVS merupakan sekumpulan gejala pada mata dan leher yang disebabkan oleh penggunaan komputer/layar monitor yang berlebihan. Gejala ini biasanya meliputi nyeri pada leher dan mata. Sedangkan menurut beberapa sumber lain seperti media Siloam Hospitals menyebutkan bahwa selain komputer, CVS juga dapat disebabkan oleh aktivitas berlebihan terhadap tablet dan ponsel.
Husnun Amalia dalam artikelnya menyebutkan bahwa CVS berhubungan dengan penggunaan Visual Display Terminal (VDT). Pada kehidupan modern, VDT adalah alat yang telah menjadi sebuah kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari dan alat-alat ini harus selalu tersedia sebagai sarana di intitusi pendidikan, perkantoran dan di rumah. Alat yang termasuk VDT adalah monitor komputer, telepon genggam, tablet, laptop, handheld konsol dan lain-lain. Saat ini komputer sangat membantu aktivitas manusia namun monitor komputer mengeluarkan radiasi dan gelombang seperti sinar ultraviolet dan sinar X yang bila terpapar dalam jangka waktu lama akan mengakibatkan gangguan fisiologis pada mata.
Dalam abstrak artikelnya, Hasnun juga menyebutkan bahwa prevalensi CVS mencapai 64-90% pada pengguna VDT dengan jumlah penderita di seluruh dunia diperkirakan sebesar 60 juta orang dan setiap tahun akan terus muncul 1 juta kasus baru. Angka yang dapat dikatakan cukup fantastis karena dari 100 orang yang menggunakan gawai, ada sekitar 64-90 orang yang mengalami CVS. Prevalensi CVS pada mahasiswa teknik mencapai 81,9% lebih tinggi dibandingkan mahasiswa kedokteran yaitu sebesar 78,6%. Hal ini kemungkinan besar disebabkan mahasiswa teknik lebih banyak bekerja dengan komputer dibandingkan mahasiswa kedokteran yang lebih banyak menangani pasien secara langsung (lebih sedikit berhubungan dengan komputer).
Computer Vision Syndrome dapat terjadi pada anak-anak dan keluhan CVS pada anak-anak akan muncul lebih cepat dibandingkan pada orang dewasa. Komputer didesain untuk digunakan oleh orang dewasa, dan komputer tidak ergonomis untuk digunakan oleh anak-anak. Hal ini menyebabkan CVS pada anak-anak akan disertai dengan keluhan muskuloskeletal (gangguan pada bagian sendi, otot, dan tulang).
Gejala
Beberapa gejala CVS antara lain:
- Iritasi mata (seperti mata perih, berair dan gatal)
- Mata merah dan kering
- Nyeri kepala
- Mata menjadi buram
- Penglihatan menjadi ganda
- Nyeri daerah pundak, leher, dan punggung
Sumber referensi:
https://doi.org/10.18051/JBiomedKes.2018.v1.117-118 (Jurnal Biomedika Kesehatan Vol. 1 No. 2 tahun 2018 oleh Hasnun Amalia)
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
siloamhospitals.com

Wah jadi nambah ilmu baru nih. Ada namanya ya gejala2 itu. Mantap Kak, lanjutkan 👍
BalasHapus