Persimpangan Jalan
Pada sebuah jalan bernama impian,
yang panjang, yang tak bercabang,
yang berkelok-kelok, yang naik-turun,
yang ujungnya tak terlihat,
aku meniti.
Di persimpangan jalan kala itu,
seperti biasa aku berhenti.
Menoleh padamu,
kala kaki tak sanggup lagi berdiri.
Kini, pada jalan yang sama aku masih meniti.
Namun, di persimpangan berikutnya,
saat ku menoleh,
kau sudah tak terlihat lagi.
Setahun hampir berlalu,
saat terakhir kali aku melihat wajahmu.
Tak hanya rindu, tanpamu jalan itu terlalu beku.
Pada persimpangan selanjutnya,
arah angin tak lagi sama.
Aku bertanya-tanya
apa yang akan kau katakan
jika ku pilih simpang kanan.
Akankah kau setuju?
Ah, semalam kau datang ke mimpiku.
Dengan senyummu kau menyapa.
Syukurlah.
Ku pikir di surga kau baik-baik saja.
Ku pikir dari surga kau mengatakan "ya".
Barito Kuala, 28 Maret 2021
Komentar
Posting Komentar