Tiga Langkah Mewujudkan Harapan

Halo, Sobat Dika!

Semoga kita semua selalu sehat di manapun berada.

Semoga kita kaya raya dan banyak harta.

Semoga menjadi terkenal dan banyak penggemar.

Semoga sekolah dan pekerjaannya mendapatkan hasil yang memuaskan.

Kalimat-kalimat sebelumnya merupakan contoh dari sebuah keinginan, bukan harapan. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan harapan?

Tiga Komponen Harapan

Sebuah keinginan dapat dikatakan sebagai harapan apabila memiliki tiga komponen, yaitu;

  • Goal, atau target/tujuan yang akan dicapai. Target yang ingin kita wujudkan haruslah merupakan target yang jelas, spesifik, dan terukur.
  • Path way, atau cara mewujudkan target. Dapat juga disebut sebagai strategi dalam mencapai tujuan. Apabila kita hanya punya tujuan tanpa strategi, maka hal ini bukanlah harapan melainkan angan-angan dan lamunan.
  • Agency, atau orang yang mewujudkan harapan. 
Harapan merupakan sebuah paradoks. Ia bisa menjadi sumber kehidupan, tetapi di satu sisi dia bisa menjadi sumber kehancuran. Hal ini dikarenakan, orang yang memiliki harapan akan mudah kecewa disebabkan tidak tercapainya harapan.

Agar tidak menimbulkan kekecewaan, kita harus mengelolanya dengan baik. Salah satunya adalah dengan merancang harapan dengan baik.
Ada empat syarat dalam merancang harapan agar kita tidak hancur karenanya.

Empat Syarat Merancang Harapan
  1. Reachable. Buatlah harapan yang bisa dicapai secara rasional. Misalnya, Andi berharap bisa melanjutkan kuliah ke Inggris atau ke Malaysia tahun depan. Sebelum memutuskan akan ke Inggris atau Malaysia, Andi harus mempertimbangkan apakah target tersebut dapat dicapai tahun depan dengan segala kondisi yang ada.
  2. Controlable. Buatlah harapan yang dapat dikontrol. Contoh harapan yang tidak dapat dikontrol: Aryo berharap menjadi penyanyi terkenal, sedangkan suara dan kemampuan bernyanyi Aryo sangat tidak memungkinkan. Aryo tidak dapat mengontrol dan mengubah suaranya.
  3. Berharap yang penting. Selanjutnya, buatlah harapan yang sekiranya penting menurutmu, bukan menurut orang lain. Setiap manusia itu unik dan memiliki kebutuhan serta harapannya masing-masing.
  4. Sesuai nilai dan norma sosial. Hal terakhir yang perlu kita perhatikan adalah tentang kecocokan harapan yang akan kita wujudkan dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Apabila harapan kita bertentangan dengan nilai dan norma yang ada, maka harapan yang kita punya akan sulit terwujud karena mendapat ketidaksetujuan dari lingkungan masyarakat.
Selain memperhatikan cara merancang harapan, kita juga perlu mengatasi penghalang harapan. 

Tiga Penghalang Harapan
  • Emosi, terutama emosi yang negatif seperti malas, terburu-buru, mudah marah dan putus asa; merupakan hal yang dapat menghambat terwujudnya harapan.
  • Stressor, atau pemberi tekanan. Contohnya; Agus berharap akan mengikuti semua kegiatan kampus dengan aktif. Namun, di satu sisi Agus harus bekerja sampingan. Bekerja sampingan merupakan stressor yang harus disiasati oleh Agus agar harapannya untuk aktif di semua kegiatan kampus dapat tercapai.
  • Surprise event, atau kejadian mendadak yang tidak terprediksi. Dari ketiga poin penghalang harapan, dua poin sebelumya dapat kita siasati. Sedangkan, penghalang surprise event seperti sakit atau kecelakaan, tidak dapat kita antisipasi maupun siasati.
Penutup
Pernahkah waktu kecil kalian ditanya tentang cita-cita ketika nanti dewasa mau jadi apa? Mungkin ada yang menjawab, ingin jadi dokter, polisi, astronot, ataupun lainnya. Beberapa terwujud, tapi tak sedikit pula yang hilang karena tertelan penghalang maupun karena tidak dirancang dengan baik.

Harapan adalah suatu hal yang indah, yang dapat menjadi lentera dalam mengarungi kehidupan. Maka dari itu, untuk mewujudkannya kita perlu; 
(1) merancang harapan dengan baik, (2) melengkapi komponen harapan dengan sempurna, dan (3) berusaha menyiasati penghalang yang mungkin akan terjadi.

The last, do the best and let's God do the rest.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Computer Vision Syndrome: Sindrom yang Semakin Marak di Era Digital

Sepuluh Kata Paling Banyak Muncul dalam Al-Qur'an

Cerbung: Candrasengkala (Bag. 7-Tamat)