Senja di Beranda

 Senja di Beranda


Dalam sebuah kisah,

tertulis senja yang membawakan harum

bunga kekasih pada segenggam rindu

yang menyapa kala merah merona.


Beranda menjadi saksi mereka tertawa.

Kemudian beranda pula 

yang menjadi sepi kala hari 

berganti warna.


Senja yang dulu merona, 

kini jatuh kembali pada semesta; 

menyisakan bayangan gelap 

pada sudut kantong mata.


Wanita itu memutuskan untuk 

meninggalkan beranda.


Dikemasnya rona merah 

yang menyilaukan mata 

pada sebotol kaca; 

untuk kelak akan dibagikannya pada

si kecil penguat jiwa.



SL, 24 Juli 2020

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Computer Vision Syndrome: Sindrom yang Semakin Marak di Era Digital

Sepuluh Kata Paling Banyak Muncul dalam Al-Qur'an

Cerbung: Candrasengkala (Bag. 7-Tamat)