Senja di Beranda
Senja di Beranda
Dalam sebuah kisah,
tertulis senja yang membawakan harum
bunga kekasih pada segenggam rindu
yang menyapa kala merah merona.
Beranda menjadi saksi mereka tertawa.
Kemudian beranda pula
yang menjadi sepi kala hari
berganti warna.
Senja yang dulu merona,
kini jatuh kembali pada semesta;
menyisakan bayangan gelap
pada sudut kantong mata.
Wanita itu memutuskan untuk
meninggalkan beranda.
Dikemasnya rona merah
yang menyilaukan mata
pada sebotol kaca;
untuk kelak akan dibagikannya pada
si kecil penguat jiwa.

Senja, mayoritas manusia menyukai senja
BalasHapusSenja yang indah pada suatu masa
BalasHapusAda apa dengan senja? Kenapa dia begitu memikat setiap orang?
BalasHapusNamun karena senja, manusia bisa berpisah
BalasHapus